Beranda > Makalah > Makalah Reliabilitas

Makalah Reliabilitas

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Reliabilitas sebetulnya merupakan sifat yang ada pada data atau skor yang dihasilkan oleh instrumen, namun untuk memudahkan reliabilitas dapat dikatakan merupakan sifat dari insrumen juga reliabilitas bukanlah bersifat dikotomis, tetapi merupakan rentangan yang biasnya dinyatakan dengan bentuk angka 0 (0) sampai 1 (satu). Dengan demikian kurang tepat kiranya kalau dipertanyakan apakah suatu instumen itu memiliki reliabilitas atau tidak, akan tetapi tepatnya adalah suatu instrumen dapat menghasilkan data atau skor yang memiliki tingkat reliabilitas yang memadai atau tidak. Suatu instrumen memiliki tingakat reliabilitas yang tinggi, sedang, atau rendah.
Hampir sama dengan pengertian tersebut, bahwa keberadaan reliabilitas tiada semata-mata brupa dua pilihan, reliabel atau kah tidak reliabel, akan tetapi merupakan rentang yang berjenjang dari tingkat yang paling tinggi sampai tingkat yang palinng rendah. Reliabilitas tingkat paling tinggi yang secara statistik ditulis sebagai 1,00 yang menandakan adanya keajegan mutlak tanpa perbedaan dan penyimpangan sedikitpun
Karena pentinganya reliabilitas dalam evaluasi maka pemakalah mencoba akan mengambil judul reliabilitas
B. Rumusan masalah
1. Apakah reliabilitas itu?
2. apa sajakah metodhe methode untuk mengetahui tingkat reliabilitas?
3. Apa sajakah yang mempengaruhi Tingkat reliabilitas suatu instrumen atau tes?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian reliabilitas
Reliabilitas diartikan dengan keajekan (konsistensi) bila mana tes tersebut diuji berkali-kali hasilnya relatif sama, artinya setelah hasil tes yang pertama dengan tes yang berikutnya dikorelasikan terdapa hasil korelasi yang signifikan.
Ada juag yang mengartikan dengan keandalan (reliability) artinya ketetapan/ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu tes/alat evaluasi dikatakan andal jika ia dapat dipercaya, konsisten, atau stabil dan produktif. Jadi yang dipentingakan disini adalah ketelitian sejauh mana tes/alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya.
Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Artinya, kapanpun alat penilain tersebut digunakan akan memberikan hasil yang relatif sama.
Tes hasil belajar dikatakan ajeg apabila hasil pengukuran saat ini menunjukkan kesamaan hasil pada saat yang berlainan waktunya terhadap siswa yang sama. Misalnya siswa kelas V pada hari ini di tes kemampuan matematikanya. Minggu berikutnya siswa tersebut di tes kembali. Hasil dari ke dua tes relatif sama. Sungguhpun demikian, masih mungkin terjadi ada perbedaan hasil untuk hal-ha tertentu akibat faktor kebetulan, selang waktu, atau terjadinya perubahan pandangan siswa terhadap soal yang sama. Jika itu terjadi, kelamahan terletak pada tes itu, yang tidak memiliki kepastian jawaban atau meragukan siswa. Dengan kata lain, derajat reliabilitasnya masih rendah.
B. Methode-Methode Yang Digunakan Untuk Mengetahui Tingakat Reliabilitas
Kandalan suatu tes dinyatakan dengan coefisient of reliability (r), yaitu dengan jalan mencari korelasi misalnya:
1. Dengan metode dua tes : 2 tes yang paralel dan setaraf (ekuivalue) diberikan kepada sekelompok anak. Hasil kedua tersebut kemudian dicari korelasinya.
2. Dengan metode satu tes : sebuah tes diberikan 2 kali kepada sekelompok murid yang sama tetapi dalam waktu yang berbeda.kedua hasil tes itu kemudian dicari korelasinya.
3. Metode spit half (masih dengan 1 tes) : suatu tes dibagi menjadi 2 bagian yang sama tingakat kesukarannya, sama isi dan bentuknya kemudian dilihat skor masing-masing bagian. Dan dicari korelasinya
Cara membagi mislnya dengan jalan semua item yang bernomor genap untuk tes A. Semua yang yang bernomor ganjil untuk tes B. Setelah kita mendapat korelasi antar setengah tes yang pertama (tes A) dan setengah tes yang ke kedua (tes B) untuk menghitung keadaan seluruh tes itu digunakan rumus sebagai berikut:
Keadaan seluruh tes(r) : 2x (reliability half test)
1+ (reliabelity half test)

4. Termasuk “Split Half Method: dengan cara yang lain yang tidak memerlukan perhitungan korelasi, yaitu sebagi berikut. Dengan menggunakan deviasi standar masing masing-masing dari ke 2 bagian tes dan deviasi standart seluruh tes, rumusnya
: r = 2 (1-SI2 + SII2)
S2t

Ket : SI : Ds dari ½ tes yang pertama
SII : Ds dari ½ tes yang ke kedua
St : Ds dari seluruh tes

5. Dengan methode kuder-Richardo, yaitu penerapan methode ini dengan persyaratan penggunaan skor dengan dua kemungkinan yaitu skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Pada methode ini ada KR-20 dan KR-21:
KR-21 : r = n (s2t-npq)
n-1 s2t
KR-20 : r = n (s2t-pq)
n-1 s2t

ket : n = jumlah item dalam tes
St = Ds untuk seluruh tes
P = man dibagi jumlah item
q = 1-p
6. methode koefisian alpha metode ini digunakan pada soal-soal yang tidak bisa dilakukan dengan penskoran 1 atau nol seperti dalam bentuk tes essai. Jadi tidak bisa diterapkan pada butir-butir yang tidak bisa diskor secara dikotomis, melainkan berbentuk rentangan.
Rumusnya :
r1 =
S21 = varian skor setiap butir
S21 = Varians skor total

7. Methode perkiraan
Dengan menggunakan dua macam tabel, satu tes yang dikatagorikn sebagai tes mudah dan satu lagi untuk tes yang sulit. Cara menghitunt ini dapoat dilakukan berdasarkan jumlah butir soal (n), rataan (r), dan simpangan baku (SB)
R= (SX: N)
X= Skor
N= Banyaknya sekor yang dihitung
SB= (Sx2 : N)
X = selisih antara suatu skor dengan R

C. Tingkat reliabilitas suatu instrumen atau tes

Tingkat reliabilitas suatu instrumen atau tes dipengaruhi oleh banyak hal antara lain:
1) Jumlah butir soal, banyaknya soal pada suatu instrumen ikut mempengaruhi derajat reliabilitasnya, dengan semakin banyaknya soal-soal maka tes yang bersangkutan cenderung untuk menjadi semakin reliabel, sebagaimana yang dinyatakan dalam rumus spearmen-brown.

Hubungan antar jumlah butir dengan rekiabilitas dapat dilihat pada keadaan berikut:
Jumlah Butir Reliabilitas
5 0,20
10 0,33
20 0,50
40 0,67
80 0,80
160 0,89
320 0,94
640 0,97

Gambaran diatas menunjukkan bahwa semakin tinggi tingakat reliabilitas instrumen, semakin sedikit peningakatan yang terjadi akibat pelipat gandaan butirnya. Gejala yang terlihat dari pemakaian rumus tersebut akan berlaku apabila dua asumsinya terpenuhi, yaitu
a. Butir-butir instrumen yang ditambahkan tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan butir-butir yang sudah ada, misalnya tidak lebih mudah atau lebih sulit.
b. Subjek yang mengisi instrumen atau mengerjakan test tersebut tidak erpengaruh secra psikologis dengan bertambahnya jumlah butir-butir, misalnya tidak menjadi lelah dan lain sebagainya.
2) Homoginitas soal test, soal yang memiliki homoginitas yang tinggi cenderung mengarah kepada tingginya tingkat reliabilita. Dua buah test yang sama butirnya akan tetapi berbeda isinya, misalnya yang satu mengukur pengetahuan kebahasaan dan yang lainya mengukur kemampuan fisika akan menghasilkan tingkat reliabilitas berbeda. Test fisika cederung menghasilka tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada test kebahasaan karena dari segi isi kemampuan menyelesaikan soal fisika lebih homogen daripada pengetahuan kebahasaan.
3) Waktu yang diperluka untuk menyelesaikan test, semakin terbatasnya waktu dalam pengejaan test maka akan mendorong test untuk cenderung memiliki reliabilitas yang tinggi, hl ini terutama apabila realiabilitas diperoleh dengan cara splithalf (belah dua).
4) Keseragaman kondisi pada saat test diberikan, kondisi pelaksanaan test yanhg semakin seragam akan memunculkan reliabilitas yang semakin tinggi.
5) Kecocokan tingkat kesukaran terhadap peserta test
6) Heteroginitas kelompok, bahwa semakin hiterogen suatu kelompok dalam pengerjaan suatu test maka test terebut semakin cenderung untuk menunjukan tingkat reliabilitas yang tinggi.
7) Variabel skors instrumen yang mengahasilkan rentangan skor yang lebih luas atau lebih tinggi variabilitasnya akan memiliki tingkat reliabilitas yang lebih tinggi daripada yang menghaslkan menghsilkan rentang skor yang lebih sempit. Seperti test bentuk pilihan ganda cenderung menghasilakan tingkat reliabilitas lebih tinggi dari pada test bentuk benar salah.
8) Motivasi individu.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keadaan suatu tes:
1. Luas tidaknya sampling yang diambil
2. Perbedaan bakat kemampuan murid yang dites.
3. Suasana atau kondisi testing
4. Kandalan tes

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Reliabilitas diartikan dengan keajekan (konsistensi) bila mana tes tersebut diuji berkali-kali hasilnya relatif sama, artinya setelah hasil tes yang pertama dengan tes yang berikutnya dikorelasikan terdapa hasil korelasi yang signifikan
2. Methode-methode yang diguanakan untuk mengukur tingakat reliabel antara lain: Dengan metode dua tes, Dengan metode satu tes, Metode spit half (masih dengan 1 tes), Dengan methode kuder-Richardo.
3. Tingkat reliabilitas suatu instrumen atau tes dipengaruhi oleh banyak hal antara lain: Jumlah butir soal, Homoginitas soal test, Waktu yang diperluka untuk menyelesaikan test, Keseragaman kondisi pada saat test diberikan, Kecocokan tingkat kesukaran terhadap peserta test, Heteroginitas kelompok, Motivasi individu.

REFERENSI

Drs.M. Ngalim Purwanto,M-P, Prinsip-prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran (bandung: remaja rosdakarya, 2002)
Athok Fuadi, Sistem Pengembangan Evaluasi (ponorogo press, 2006)
Dr. Nana sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (bandung: remaja rosdakarya, 1995)

  1. Mei 11, 2013 pukul 12:35 pm

    Ahaa, its good dialogue concerning this paragraph here at this webpage, I have read
    all that, so at this time me also commenting at this place.

  2. Juni 29, 2013 pukul 7:26 pm

    Currently it looks like Drupal is the best blogging platform out there
    right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using
    on your blog?

  3. Juli 13, 2013 pukul 7:37 am

    It’s remarkable to pay a quick visit this website and reading the views of all friends regarding this post, while I am also keen of getting knowledge.

  4. Juli 20, 2013 pukul 3:00 pm

    Hi to all, how is the whole thing, I think every one
    is getting more from this website, and your views are good for
    new people.

  5. Juli 26, 2013 pukul 11:34 pm

    I am no longer positive the place you are getting your info, however good
    topic. I must spend a while learning more or understanding more.
    Thank you for great information I was looking for this info for my
    mission.

  6. Juli 27, 2013 pukul 8:01 pm

    Wonderful post! We are linking to this particularly
    great post on our website. Keep up the good writing.

  7. Juli 28, 2013 pukul 10:10 pm

    Hey there just wanted to give you a quick heads up. The words in your content seem to be running off the screen in Safari.
    I’m not sure if this is a format issue or something to do with web browser compatibility but I thought I’d post to let you know.
    The layout look great though! Hope you get the issue
    resolved soon. Kudos

  8. Agustus 5, 2013 pukul 10:55 pm

    As the nation’s top agricultural producer and exporter, it is no wonder that California has a big demand for water. Prepare the Site Use a garden hose to lay out the shape of your berm in the intended location. Cut the excess liner around the edge of the pond, but leave a good foot around the edge for expansion and contraction of the liner and for erosion protection.

  9. Agustus 6, 2013 pukul 10:11 pm

    Next week, you can get free pancakes served to you on National Pancake Day at IHOP.
    Determine how to do this by reading this guide on
    terms and length of service. We came back to Columbus, OH from our Smokey Mountains vacation with beautiful memories
    & a Pancake bug.

  10. Agustus 12, 2013 pukul 1:31 pm

    Yes! Finally someone writes about register llc delaware.

  11. September 5, 2013 pukul 11:28 am

    When some one searches for his necessary thing, so he/she needs to be available that in detail, thus that thing is maintained over here.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: