Beranda > campuran > SUMBER AJARAN TASAWUF

SUMBER AJARAN TASAWUF

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kebiasaan rahib-rahib Kristen yang menjauhi dunia dan kesenangan material. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tasawuf timbul atas pengaruh ajaran-ajaran hindu dan disebut pula bahwa tasawuf berasal dari filsafat phythagoras dengan ajaran yang meninggalkan kehidupan material dan memasuki kehidupan kontemplasi. Dikatakan pula bahwa tasawuf masuk dalam islam karena pengaruh filsafat plotinus. Disebutkan bahwa menurut emanasi plotinus bahwa roh memancar dari zat tuhan dan kemudian akan kembali kepada-Nya. Tetapi dengan masuknya roh kealam materi, ia menjadi kotor, dan untuk dapat kembali ketempat yang Maha Suci, terlebih dahulu harus disucikan. Tuhan Maha Suci, dan Yang Suci tidak dapat didekati kecuali oleh yang suci, dan pensucian roh ini terjadi dengan meninggalkan hidup kematerian, dan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan sedekat mungkin, dan kalau bisa hendaknya bersatu dengan Tuhan semasih berada dalam hidup ini. (Prof. Dr. Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid II, UI Press, 1979, Hlm. 72)

Namun demikian ada atau tidaknya pengaruh dari luar itu, yang jelas bahwa dalam sumber ajaran islam, Al-Qur’an dan Hadis terdapat ajaran yang dapat membawa kepada tibulnya tasawuf. Paham bahwa Tuhan dekat dengan manusia, yang merupakan ajaran dasar mistisisme ternyata ada dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Ayat 186 surat Al-baqarah misalnya menyatakan yang artinya :

Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku. Aku adalah dekat. Aku mengabulkan seruan orang memanggil jika ia panggil Aku.”

Kata do’a yang terdapat dalam ayat diatas oleh sufi diartikan dengan arti berseru atau memanggil. Tuhan mereka panggil, dan Tuhan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka. (Prof. Dr. Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid II, UI Press, 1979, Hlm. 72)

Ayat 115 surat al-Baqarah juga menyatakan yang artinya :

Timur dan Barat kepunyaan Allah, maka kemana saja kamu berpaling di situ (kamu jumpai) wajah Tuhan

Bagi kaum sufi ayat ini mengandung arti bahwa dimana saja Tuhan ada dan dapat dijumpai. (Prof. Dr. Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid II, UI Press, 1979, Hlm. 73)

Selanjutnya dalam hadis dinyatakan : “siapa yang kenal pada dirinya, pasti kenal pad Tuhan

Hadist lain yang juga pengaruh kepada timbulnya paham tasawuf adalah hadis qudsi yang berbunyi:

Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin kenal, maka maka KU ciptakan makluk dan merekapun kenal pada-Ku melalui diri-Ku ”.

Menurut hadis ini, bahwa Tuhan dapat dikenal melalui makhluk-Nya, dan pengetahuan yang lebih tinggi ialah mengetahui Tuhan melalui diri-Nya. (Prof. Dr. Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid II, UI Press, 1979, Hlm. 73)

Demikian dasar-dasar yang dapat mendorong lahirnya jaran tasawuf.

sumber Drs. Abuddin Nata, M.A, Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tsawwuf (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1998 hlm, 158-160)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: