Beranda > Ilmu Kalam > ASAL-USUL, PANDANGAN, DAN PENDAPAT ALIRAN QODARIYAH

ASAL-USUL, PANDANGAN, DAN PENDAPAT ALIRAN QODARIYAH

qodariyah berakar pada qodara yang dapat berarti memutuskan dan memiliki kekuatan atau kemampuan. ssedangkan sebagai aliran dlam ilmu kalam, qodariah adalah nama yang dipakai untuk suatu aliran yang memberikan penekanan terhadap kebebasan dan kekuatan manusia dalam menghasilkan perbuatan-perbuatannya. dalam paham qodariyah manusia dipandang mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk kepada qadar atau qada Tuhan.

tentang kapan munculnya paham qodariyah dalam islam secara pasti tidak dapat diketahui. namun ada sementara para ahli yang menghubungkan paham qodariyah ini dengan kaum khawarij. pemahaman mereka tentang konsep iman, pengakuan hati dan amal dapat menimbulkan kesadaran bahwa manusia mampu sepenuhnya memilih dan menentukan tindakannya sendiri, baik atau buruk.

dalam ajarannya, aliran qodariyah, aliran qodariyah sangat menekankan posisi manusia yang amat menentukan dalam gerak laku dan perbuatannya. manusia dinilai mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya sendiri atau untuk tidak melaksanakan kehendaknya itu. dalam menetukan keputusan yang menyangkut perbuatannya sendiri, manusialah yang menentukan, tanpa ada campur tangan Tuhan.
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa paham qodariyah telah meletakkan manusia pada posisi merdeka dalam menentukan tingkah laku dan kehendaknya. jika mnusia berbuat baik maka hal itu atas kehendaknya dan kemauannya sendiri serta berdasarkan kemerdekaan dan kebebasan memilih yang ia miliki, oleh karena itu jika seorang diberi ganjaran yang baik berupa surga diakhirat, atau diberi siksaan di neraka, maka semuanya itu adalah atas pilihannya sendiri.
selanjutnya terlepas apakah faham qodariyah itu dipengaruhi oleh paham dari luar atau tidak, yang jelas di dalam al-Qur’an dapat dijumpai ayat-ayat yang dapat menimbulkan paham qodariyah diantaranya terdapat dalam surat al-ra’d ayat 11 “sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu bangsa, kecuali jika bangsa itu mengubah keadaan diri mereka sendiri”
selain itu juga terdapat pada surat al-sajadah ayat 40, surat al-kahfi ayat 29

sumber Drs. Abuddin Nata, M.A, Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tsawwuf (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1998 hlm, 36-39)

  1. Tiwi
    Oktober 8, 2012 pukul 9:59 pm

    Mksh ats bantuannya?????

  2. Februari 5, 2013 pukul 3:10 pm

    I am actually thankful to the holder of this site who has shared this wonderful post at here.

  3. Maret 20, 2013 pukul 8:23 pm

    makasiih

  4. Maret 27, 2013 pukul 3:50 am

    Piece of writing writing is also a fun, if you be acquainted with after that you
    can write if not it is complex to write.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: