Beranda > cerita-cerita > Cerita Menteri yang Bijaksana

Cerita Menteri yang Bijaksana

Syahdan, Raja Faridun memerintah di negeri Persia. Ia mempunyai seorang menteri yang sangat arif, bijaksana, dan cerdik. Baginda sangat mempercayainya.

Suatu hari, seseorang datang ke istana raja. Ia adalah orang yang iri dan dengki kepada sang menteri dan bermaksud mencelakakannya. kebetulan, ada sesuatu yang ia bisa adukan kepada raja.

“Menteri yang paduka percayai ternyata seorang musuh dalam selimut,” katanya mengadu.

“Apa maksudmu?” tanya Baginda faridun.

“Dia meminjamkan emas dan perak kepada seluruh penduduk kerajaan ini. Dia berharap, setelah paduka wafat pinjaman-pinjaman tersebut dibayarkan kepadanya. Dengan begitu, dia akan menjadi orang yang kaya.”

Mendengar pengaduan itu, tentu saja Baginda murka. Segera saja sang menteri dipanggil. Dipandanginya orang kepercayaannya itu dengan muka masam.

“Di hadapanku engkau bersifat layaknya seorang

teman. Tetapi di belakngku engkau menikam,”

kata baginda dengan suara menggelegar.

Sang menteri yang tidak tahu apa-apa, tentu saja

kebingungan. “Apa yang paduka maksudkan?

Hamba sungguh-sungguh tidak mengerti,” katanya

dengan wajah menunduk ketakutan.

“Jangan pura-pura! Untuk apa engkau

meminjamkan emas dan perak kepada

seluruh penduduk negeri?”

“Ampun, baginda,” jawab menteri

sambil bersimpuh dihadapan raja. “Hamba tidak

bermaksud apa-apa. Hamba hanya ingin semua

orang mengucapkan selamat untuk paduka. Jika paduka wafat, mereka semua harus mengembalikan emas dan perak yang hamba pinjamkan. Karena itu, mereka akan senantiaa berdoa agar paduka diberi panjng umur.”

Mendengar penjelasan itu, sang raja tidak jadi marah, ia memberi hadiah kepada sang menteri atas kebijaksanaannya.

Mengadu atau menjadi pengadu memang merupakan perbuatan tidak terpuji. Kata orang, tidak ada perbuatan yang lebih buruk dan malang dari pada perbuatan seorang pengadu. Lalu, sifat perbuatan apa saja yang termasuk perbuatan yang terpuji?. Beberapa sifat terpuji, meliputi: menepati janji, suka berterima kasih/bersyukur, dan tanggung jawab.

  1. syamsiahai
    Juni 6, 2011 pukul 7:40 pm

    crita yang sangat mendidik,,, thanks

  2. ROJAB
    Januari 16, 2013 pukul 9:17 am

    BAGUS BANGET BUAT ANAKKU, TRIMS YAA

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: