Beranda > fiqh 1 > Thoharoh (Bersuci) dan Macam-macam Air

Thoharoh (Bersuci) dan Macam-macam Air

thoharoh adalah sutu pekerjaan yang apabila ditinggalkan mnyebabkan tidak syahnya sholat.

thoharoh dibagi menjadi 2 yaitu :  thoharoh dari hadast dan thoharoh dari najis.

thoharoh dari hadast yaitu dengan wudhu, mandi dan tayamum. sedangkan thoharoh dari najis yaitu dengan istinja’ dan menghilangkan najis dari badan, baju dan tempat.

barang-banrang yang dapat digunakan untuk thoharoh antara lain : air, debu batu dan menyamak.

macam-macam air ada 3 yaitu :

1. air suci dan dapat mensucikan (thohirun muthohhirun)

2. air yang suci tetapi tidak bisa digunakan untuk bersuci (thohirun ghoiru muthohhirun)

3. air yang terkena najis (maun mutanajjisun)

air suci dan dapat mensucikan (thohirun muthohhirun) : yaitu setiap air yang turun dari langit maupun bersumber dari bumi dan tidak berubah sebagian sifatnya air dengan sesuatu yang merubah kesucian air tersebut.  seperti air dari langit, air laut, air hujan, air sungai, air es dan air embun.

air yang berubah tetapi tetap dalam kondisi suci yaitu apabila air tersebut berubah sebagian sifatnya ataupun semuanya tetapi tidak merubah kesuciannya ada lima :

1. air yang berubah karena terlalu lama diam (tidak mengalir) atau karena didalamnya ada ikan ataupun lumut.

2. air yang berubah karena tempatnya atau tempat mengalirnya air  seperti debu, kapur, dan garam.

3. air yang berubah karena sulit menjaganya seperti air yang tertimpa pohon karena terkena angin.

4. air yang berubah karena yang dilebur tempatnya air.

5. air yang berubah karena dekat dengan sesuatu,  seperti bangkai yang berada di pinggir sungai yang merubah air karena baunya yang dibawa oleh angin, atau tidak mungkin pisahnya air terhadap sesuatu seperti minyak ataupun lemak.

air yang suci tetapi tidak bisa digunakan untuk bersuci (thohirun ghoiru muthohhirun) ada 3 macam :

1. air yang berubah karena bercampur denganbanyak  sesuatu yang suci. seperti gula dan madu.

2. air sedikit yang sudah digunkan untuk bersuci (musta’mal) untuk menghilangkan hadast atau untuk menghilangkan najis

3. air yang keluar dari tumbuh-tumbuhan dengan diperas atau direbus seperti air kembang atau air kelapa.

air yang terkena najis (maun mutanajjisun) terbagi menjadi 2 :

1. air yang terkena najis yang merubah salah satu sifatnya sedikit maupun banyak.

2. air sedikit yang terkena najis walaupuntidak  berubah salah satu sifatnya.

sumber mabadil fiqhiyyah

  1. abichan
    Februari 3, 2012 pukul 3:02 pm

    Kang Di Update terus tentang fikihnya… mo tak ikuti terus buat belajar ya>>>

    • Februari 3, 2012 pukul 11:32 pm

      insyaAllah mas tu sebenere tujuane untuk materi anak-anak tpq. tapi ini masih sibuk…..afwan yaaa

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: