Beranda > akhlaq > Sikap pesimis (makna pesimis dan macam-macam pesimis)

Sikap pesimis (makna pesimis dan macam-macam pesimis)


1. Makna sifat pesimis

Orang pesimis selalu memandang realitas dengan kaca mata negatif, dan menimbulkan masalah besar yang akan menjadi beban baru dalam kehidupannya. Terlebih lagi jika orang pesimis mempunyai pengalaman gagal dalam hidupnya maka kegagalan yang pernah dialami dianggap akan berulang kembali terhadap aktifitas baru yang aakan dilakukan.

Jenis-jenis sikap pesimis

sifat pesimis terbagi menjadi pesimis terhadap diri sendiri, pesimis terhadap keluarga, pesimis terhadap keluarga, pesimis terhadap kedudukan dan jabtan, dan terhadap harta kekayaan.

 macam-macam pesimis:

1. pesimis terhadap diri sendiri

Allah berfirman:

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

2. pesimis terhadap keluarga

Allah Berfirman:

 “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu[1480]. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”

3. Pesimis pada kedudukan

4. Pesimis terhadap harta kekayaan

Allah berfirman:

Dan diantara mereka ada orang yang Telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, Pastilah kami akan bersedekah dan Pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, Karena mereka Telah memungkiri terhadap Allah apa yang Telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga Karena mereka selalu berdusta.

5. Pesimis pada penghinaan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: