Beranda > Makalah > MAKALAH PENGEMBANGAN PEMIKIRAN TUJUAN INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM

MAKALAH PENGEMBANGAN PEMIKIRAN TUJUAN INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Menurut Al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :
1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.
2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.
3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.
Makalah ini tidak akan menguraikan keseluruan dari ketiga tujuan itu tetapi akan mengambil salah satu yaitu tujuan yang berkaitan individu
B. Rumusan masalah
1. Tujuan individual dalam pendidikan islam
2. Pengembangan pemikiran Tujuan individual dalam pendidikan islam

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tujuan Individual Dalam Pendidikan Islam
Menurut Ali Asraf pendidikan adalah sebuah aktivitas yang memiliki maksud tertentu, diarahkan untuk mengembangkan individu sepenuhnya. Lebih lanjut Ali Asraf menyatakan bahwa konsep pendidikan Islam tidak dapat dipahami tanpa terlebih dahulu memahmai penafsiran Islam tentang pengembangan individu sepenuhnya. Manusia adalah wakil Allah di muka bumi. Dalam Al-Quran Allah menjelaskan tentang nama-nama benda, mengajarkan norma-norma kepada mansia pilihan yaitu para Nabi. Norma norma dan prinsip-prinsip serta metode-metode tentang pembelajaran dan pengetahuan telah Allah turunkan melalui wahyu. Firman Allah merupakan sumber hukum untuk dipatuhi manusia.
Tujuan individual yaitu suatu tujuan yang menyangkut individu, melalui proses belajar dalam rangka mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Tentang tujuan-tujuan individual yang ingin dicapai oleh pedidikan islam, maka pada kesuluruhannya berkisar pada pembinaan pribadi muslim yang berpadu pada perkembangan spiritual, jasmani, emosi, intelektual, dan sosial. Atau dengan lebih jelas lagi, ia berkisar pada keseluruannya pada pembinaan warga negara yang baik, yang percaya pada tuhan dan agamanya, berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama, berakhlaq mulia yang timbul dari agamanya.
Esensi karakteristik pendidikan islam adalah beribadah kepada Allah Swt. Dan konsep pendidikan Islam tidak lepas dari tujun hidup manusia. Sebagai tujuan hidup manusia adalah untuk menjadi pribadi-pribadi hamba Allah Swt. Yang bertaqwa kepada-Nya dan mencapai kehidupan bahagia didunia dan diakhirat.
Pendidikan bertujuan menimbulkan pertumbuhan seimbang kepribadian manusia melalui latihan spiritual, intelek, rasional diri, perasaan dan kepekaan tubuh manusia. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya menyediakan jalan untuk pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya, seperti spiritual, intelektual, imaginative, fisikal, ilmiah, linguistik, baik secara individual maupun secara kolektif dan memotivasi semua aspek untuk mencapai kebaikan dan kesempurnaan. Menurut Ali Asraf tujuan terakhir pendidikan muslim adalah perwujudan penyerahan mutlak kepada Allah, pada tingkat individual, masyarakat dan kemanusiaan.
Tujuan khusus adalah tahap-tahap penguasaan anak didik terhadap bimbingan yang diberikan pada tiga potensi anak didik, yaitu potrensi ‘aqliyah,jismiyah, dan khuluqiyyah secara selaras, serasi dan seimbang. Dibawah ini akan dijelaskan secara singkat ketiga potensi itu:
1. Al tarbiyah al-jasmaniyah
Pendidikan jasmani (Al tarbiyah al-jasmaniyah) merupak usaha untuh menumbuhkan, menguatkan, dan memelihara jasmani dengan baik ( normal). Dengan demikian, maka jasmani mampu melaksanakan berbagai kegiatan dan beban tanggung jawab yang dihadapinya dalam kehidupan individu dan sosial. Disamping itu, juga mampu (kebal) dalam menghadapi berbagai penyakit yang mengancamnya.
Ada beberapa sarana untuk membantu keberhasilan pendidikan jasamani anatara lain : 1. Sarana pendidikan jasamani yang bersifat aktif, meliputi : makanan sehat, udara segar, gerak badan atau olahraga. 2. Sarana pendidikan jasmani yang bersifat pasif, seperti kondisi ruang kelas yang kundusi.
2. Al-Tarbiyah al-‘Aqliyah
Pendidikan intelektual (Al-Tarbiyah al-‘Aqliyah) adalah peningkatan pemikiran akal dan latihan secara teratur untuk berfikir benar.beberapa cara untuk mencapaia keberhasilan pendidikan intelektual, yaitu melatih perasaan siswa untuk meningkatkan kecermatannya, melatih siswa untuk mengamati sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat, membiasakan anak berfikir teratur (sistematis) dan menanamkan kecintaan berfikir sistematis.
3. Al-Tarbiyah al-Khuluqiyah
Keimanan seseorang itu tidak sempurna kecuali kalau itu berkaitan dengan amal sholeh dan akhlaq yang mulia yang terbit daripadanya. Maka pendidikan itu tidak menunaikan tugasnya terhadap seseorang kecuali jika ia memberi sumbangan dalam membina sikap positif yang sehat pada orang tersebut terhadapa berpegang teguh kepada ajaran-ajaran agama, dan mematuhi perintah-perintah-Nya.

B. Pengembangan pemikiran Tujuan individual dalam pendidikan islam

Pendidikan bagi setiap individu hanyalah sebagai alat atau mendia untuk memperbaiki keadaan masyarakat dan melatih sekelompok orang untuk mengemban tugas pemerintah serta menjalankan tugas kemasyarakatan. Manusia memiliki sifat individual dan sifat sosial sejak lahir. Manusia tidak dapat mengisolasi diri dari masyarakat. Masyarakat mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan individu. Dan sebaliknya, perkembangan dan kemajuan masayarakat bersumber dari pertumbuhan dan kemajuan individu.
Tugas manusia adalah sebagai kholifah fil ard maka kewajiban baginya yaitu mengembngakan segala asapek yang ada pada dirinya melalui belajar, baik dari aspek jasmaniyah, aqliyah, maupun khuluqiyah. Setelah semua aspek itu telah dikembangkan dengan baik, maka akan memberi dampak pada lingkungan sosial atau masyarakat. Individu yang baik akan menciptakan lingkungan yang baik pula, dan diharapkan tujuan akhirnya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Tujuan individual yaitu suatu tujuan yang menyangkut individu, melalui proses belajar dalam rangka mempersiapkan dirinya dalam kehidupan dunia dan akhirat.
2. Pendidikan bagi setiap individu hanyalah sebagai alat atau mendia untuk memperbaiaki keadaan masyarakat dan melatih sekelompok orang untuk mengemban tugas pemerintah serta menjalankan tugas kemasyarakatan.

REFERENSI

Omar mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam (Jakarta: Bulan Bintang)
Basuki, miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan (Ponorogo: STAIN po Press, 2007)
http://blog.riwayat.net/?p=74
http://arjomechosupra.blogspot.com/2009/01/pengembangan-pemikiran-tujuan-dalam.html

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: