Beranda > Ilmu Kalam > LATAR BELAKANG TIMBULNYA MASALAH AKIDAH DALAM ISLAM (Peristiwa Terbunuhnya Khalifah Utsman)

LATAR BELAKANG TIMBULNYA MASALAH AKIDAH DALAM ISLAM (Peristiwa Terbunuhnya Khalifah Utsman)

1. Peristiwa Terbunuhnya Khalifah Utsman
Utsman bin Affan berasal dari suku Quraisy, segaris keturunan dengan nabi Muhammad melalui jalur abdul manaf. Sumber lain mengatakan bahwa ia temasuk bani umayyah yang ahli dalam bidang perekonomian.

Utsman bin Affan dilukiskan sebagi orang tampan dan dermawan. Salah satu darma baktinya dalam perjuangan agaman Islam, ia pernah menjalani misi diplomatik atas perintah Rasulullah kepada Abu sufyan dan para pembesar Quraisy. Ia bahkan sempat ditawan. Kedermawanannya yang lain terbukti ketika ia pernah memberikan 940 unta, 60 ekor kuda, dan 10.000 dinar untuk keperluan perang tabuk.

Ia juga sangat berjasa dalam mengkodifikasian Al-Qur’an menjadi mushaf sebagaimana yang dibaca sekarang oleh jutaan manusia di dunia. Pengkodifikasian ini melibatkan sebuah tim, dengan mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai penulis mushaf.

Utman diangkat sebagai khalifah melalui musyawrah dengan tata cara yang sudah diatur oleh Umar bin Khatab. Pemilihan dilakukan melalui majlis syuro (DPR) yang terdiri dari 6 orang, yaitu utsman bin affan, ali bin abi thalib, thalhah bin ubaidillah, zubair zubair bin awwam dan saad bin abi waqash.

Akhirnya, utsman dinobatkan sebagai khalifah ketiga melalui proses musyawarah diatas. Ketika menjabat pemerintahan, dalam masa separoh dari pemerintahannya, ia mampu mengendalikan dan mengatur administrasi secara tertib. Daerah-daerah islam ketika itu semakin luas. Namun, berbagai ahli sejarah menggambarkan utsman sebagai orang yang lanjut usia dan lemah. Ia tidak sanggup meredam ambisi kaum keluarganya yang kaya dan berpengaruh itu. Ia mengengkat mereka menjadi gubernur-gubernur didaerah-daerah taklukan islam. Bahkan, gubernur-gubernur yang diangkat umar bin katab digantikan oleh keluarga sendiri. Selain itu, utsman terlalu menganggaap enteng urusan masyarakat. Itulah yang membuat mereka tidak sabar untuk bergerak.

Tindakan politik utsman yang menimbulkan reaksi keras yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Para sahabat yang pada mulanya menyokong utsman kini memusuhinya. Dari mesir, mislnya, muncul reaksi terhadap dijatuhkannya umar bin AL-ash, gubernur mesir yang digantikan oleh abdullah bin saad dari keluarga utsman. Sekitar 500 pemberontak bergerak menuju madinah. Suasana disana negitu kacau dan membawa tebunuhnya utsman oleh para pemberontak mesir.

Setelah utsman wafat, ali diangkat menjadi penggantinya. Namun, pengangkatan ali sebagai khalifah tidak dlam kondisi yang menguntungkan, karena ia diangkat dalam kondisi politik yang tidak stabil. Tidak heran jika rong-rongan terhadap kekhalifahannya berdatangan mulia dari thalhah dan zubair hingga muawwiyah, gubernur damaskus. Tantangan yang keras muncul dari muawwiyah dan menuduh ali terlibat dan bertanggung jawab atas terbunuhnya utsman. Perseturuan mereka akhirnya melahirkan perang Shiffin.

sumber Buku paket materi PAI disusun oleh Erwin Yudi Prahara M.Ag STAIN Ponorogo 2008

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: