Beranda > campuran > SEJARAH & PERKEMBANGAN BIMBINGAN KONSELING

SEJARAH & PERKEMBANGAN BIMBINGAN KONSELING

A. Di negara asalnya, Amerika, bimb dimulai dari usaha-usaha di berbagai bidang layanan oleh swasta, kemudian diikuti oleh Pemerintah.
B. Di Indonesia, bimb diinstruksikan oleh pemerintah pusat kpd beberapa SMA (GAYA BARU) tanpa diikuti oleh informasi apa dan bagaimana bimb itu dilaksanakan di SMA.
Di Amerika: Bbrp faktor yg melatarbelakanginya:
1. Perkembangan demokrasi dlm pendidikan.
2. Perluasan program pendidikan (vertikal & horizontal).
3. Perkembangan teknologi.
4. Kondisi moral dan keagamaan.
5. Kondisi sosial ekonomis.
Bbrp usaha swasta dlm layanan bimb:
1. Gerakan dlm bimb jabatan (vocational guidance). Tokoh: George Merrill (1895) dan Frank Parson (1909).
2. Gerakan kesehatan mental (Mental Hygiene movementi). Tokoh: Clifford Beers (1909).
3. Gerakan bimb kanak-kanak (Child Guidance Movement). Suami-isteri William Healy, 1909.
4. Kegiatan personnel work = job analysis dlm industri. Munsterburg.
5. Testing Movement. Otis dan Scott, 1918 perang dunia I.
6. Gerakan Dean of Girls, 1913, Ella Flagg Young.
7. Dll
1957 – Uni Soviet meluncurkan pesawat luar angkasa Sputnik yg mengorbit bumi dg awak pesawat manusia (Jurius Gagarin).
Eisenhower, presiden AS terperangah.Kumpulkan penasehat kepresidenan utk minta masukan. Salah satunya di bidang pendidikan diusulkan utk memasukkan program layanan-layanan (guidance and counseling) yg telah dilaksanakan di luar sekolah oleh pihak swasta ke sekolah.
1968 – Pesawat luar angkasa Apollo dg awak pesawat Amstrong dkk berhasil mendarat di bulan. Ini dinyatakan sebagai hasil program bimb di sekolah.

Di Indonesia, 1962 ada instruksi Menteri PP&K kpd (1) bbrp SMA (SMA Gaya Baru) utk memberikan layanan bimb (guidance & counseling) kpd siswanya; dan (2) bbrp FIP IKIP utk membuka Jurusan Bimbingan Penyuluhan. Pihak yg diberi instruksi belum kenal apa dan bagaimana bimb itu, maka tindakannya pun meraba-raba mencari bentuk.
IKIP scr bertahap menugas belajarkan dosennya ke AS utk mempelajari ilmu guidance & counseling.
SMA Gaya Baru betul-betul meraba-raba mencari bentuk. Dlm keadaan sama-sama tdk tahu, melakukan hal-hal yg sama, a.l.: mendisiplin siswa, menghukum siswa yg melanggar tatib sekolah, sehingga terkesan bahwa guru BP adl polisi sekolah. Suatu persepsi yg sangat merugikan program BP.
Angin segar:
1. Tahun 1970-1971 dimulainya SMPP (Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan) di 8 PPSP.
2. Tahun 1975 dibakukan kurikulum 1975 yg menjadikan BP sebagai salah satu komponen dlm sistem pendidikan
Hambatan:
1. Belum dipahaminya konsep guidance & counseling.
2. (Akibat dari 1) Pengetahuan dan ketrampilan petugas bimb kurang memadai.
3. (Akibat dari 2) Adanya pro-kontra thd program bimb yg masih belum terarah.
4. (Akibat dari 2) Pengenalan keadaan, kebutuhan, dan latarbelakang siswa kurang lengkap, shg akar masalah tdk diketemukan.
5. Hubungan sekolah-masyarakat kurang luwes/harmonis.
6. Biaya dan perlengkapan teknis tdk memadai.
7. Birokrasi administrasi kurang menunjang.
8. Dll.
Pengertian bimbingan: Bimbingan adl proses pemberian bantuan kpd individu scr terus-menerus, spy individu tsb dapat memahami dirinya shg ia sanggup mengarahkan diri dan bertindak wajar sesuai dg tuntutan dan keadaan lingkungan. Dg demikian ia dpt mengecap kebahagiaan dan dpt memberikan sumbangan yg berarti bagi lingkungannya.

Bimbingan dan pendidikan:
ADMINISTRASI
PENGAJARAN
LAYANAN BIMBINGAN

TUJUAN BIMBINGAN
A. TUJUAN UMUM BIMBINGAN:
1. Kebahagiaan hidup pribadi.
2. Kehidupan yg efektif dan produktif.
3. Hidup bersama individu-individu yg lain.
4. Harmoni antara cita-cita dg kemampuan.
B.1. TUJUAN UMUM DI SEKOLAH:
1. Mengembangkan pengertian dan pemahaman diri (potensi diri).
2. Mengembangkan pengetahuan tt kesempatan dunia kerja (tuntutan lingkungan).
3. Mengembangkan kemampuan memadukan antara 1 dg 2.
4. Mewujudkan penghargaan thd kepentingan dan harga diri orang lain.
B.2. TUJUAN KHUSUS BIMB.DI SEKOLAH:
1. Mampu mengatasi kesulitan memahami diri dan lingkungana scr bijaksana.
2. Mampu menentukan tempat mendapatkan bantuan.
3. Mampu menentukan tempat penyaluran bakat dan minat
4. Mampu menjalani masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia pekerjaan.

SIFAT BIMBINGAN
1. Preventif.
2. Kuratif.
3. Developmental.
4. Perseveratif.

FUNGSI BIMBINGAN
1. Distributif.
2. Adaptif.
3. Adjustif

HUBUNGAN BIMBINGAN – PENDIDIKAN

Administrasi
Pengajaran
Layanan Bimbingan

Tujuan:
PERKEMBANGAN OPTIMAL DARI SETIAP NDIVIDU.

Prinsip bimbingan
a.Umum
1. Bimb menyangkut semua aspek kepribadian.
2. Adanya perbedaan-perbedaan individual.
3. Bimb hanyalah membantu.
4. Bimb berpusat pada klien.
5. Adanya referal.
6. Bimb itu fleksibel.
7. Program bimb sesuai dg program sekolah scr umum.
8. Dipimpin oleh tenaga profesional.
9. Ada evaluasi.

b.Khusus:
2.1. Individu yg dibimbing (Client).
1. Bimb untuk semua murid.
2. Perlu ditetapkan skala prioritas layanan.
3. Bimb harus memenuhi kebutuhan murid.
4. Bimb berpusat pada klien.
5. Keputusan terakhir diambil oleh klien.
6. Scr berangsur-angsur klien harus bisa mandiril

2.2. Individu yg membimbing (Counselor).
1. Petugas bimb melakukan tugasnya sesuai dg kemampuan dan kewajiban masing-masing.
2. Petugas bimb dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, penddk, dan pengalaman.
3. Petugas bimb hrs mendapatkan kesempatan untuk peningkatan karier.
4. Petugas bimb hrs menjaga konfidensial.
5. Petugas bimb hendaknya menggunakan berbagai jenis metoda dan teknik yang tepat.
6. Petugas bimb hendaknya menggunakan hasil-hasil penelitian.
Organisasi & Administrasi.
3. Ada catatan kumulatif.
4. Tersedianya anggaran biaya.
5. Program bimb disusun sesuai dg program sekolah scr umum.
6. Ada pembagian pekerjaan dan waktu antar petugas.
7. Harus ada layanan tindak lanjut.
Ada keseimbangan antara layanan individual dg layanan kelompok
8. Ada kerjasama dg pihak/lembaga di luar sekolah.
9. Materi bimb harus selalu siap digunakan.
10. Pengadministrasian dilakukan scr kontinyu.
11. Penanggungjawab tertinggi program bimb adl kepala sekolah.

Layanan- layanan pokok bimbingan
1. Layanan informasi.
2. Layanan orientasi.
3. Layanan pengumpulan data.
4. Layanan penempatan.
5. Layanan konseling.
6. Layanan referal.
7. Layanan tindak lanjut.

Team work dlam bimbingan
1 Konselor.
2 Guru Bidang Studi.
3 WaliKelas.
4 Kepala Sekolah.
5 Petugas Tata Usaha.
6 Orangtua Klien (khusus utk anaknya sendiri).
Hanya oleh petugas khusus
1. KONSELOR: Konseling,testing psikologis.
2. GURU BIDANG STUDI: Remedial teaching, ciptakan situasi kondusif di kelasnya.
3. KEPALA SEKOLAH: Menentukan kebijakan tt bimb.
4. ORTU ybs: ciptakan situasi kondusif bagi anaknya.
Semua petugas bmbingan boleh
1. Pengumpulan data lewat: angket, observasi, home visit, inventori; dg alat: check-list, rating scale,anecdotal record, atau lainnya.
2. Penempatan klien pada posisi yang tepat, dalam kelas, jurusan, kelompok belajar, kelompok olahraga, seni, atau lainnya.
3. Layanan informasi, orientasi, referal, dan tindak lanjut.
4. Pengadaan, penggandaan, penyimpanan,dan penyiapan alat/instrumen bimbingan.
5. Dll selain yang khusus tsb.

  1. Desember 13, 2012 pukul 4:45 am

    Thank you for any other informative blog. The place else may just I am getting that
    type of information written in such an ideal method?

    I have a undertaking that I am simply now operating on, and I’ve been on the glance out for such information.

  2. April 20, 2013 pukul 1:20 am

    I’d like to thank you for the efforts you have put in penning this website. I really hope to view the same high-grade content by you later on as well. In fact, your creative writing abilities has encouraged me to get my own, personal blog now😉

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: