Beranda > campuran > Pembagian Roh Menurut Ibnu Sina

Pembagian Roh Menurut Ibnu Sina

menurut ibnu Sina roh dapat dibagi menjdi 3 bagian :

1. roh tumbuhan-tumbuhan (an-nabatiyah) yang memiliki daya makan (al-ghaziyah), tumbuh (al-munmiyah) dan berkembang (al-maulidah)

2. Roh binatang (al-hayawaniyah) yang memliki daya bergerak (al-muharrikah) dan menangkap (al-mudrikah). daya menangkap ini lagi menjadi menangkap dari luar dengan panca indra dan mengkap dari dalam dengan indera-indera dalam, yaitu indera bersama (al-hiss al-musytarak) yang menerima segala apa yang ditangkap oleh panca indra, representatisi (al-khayyal) yang menyimpan segala apa yang diterima indra bersama, imajinasi (al-mutakhayyilah) yang menyusun apa yang disimpan dalam representasi, estimasi (alwahmiyah) yang dapat menangkap hal-hal yang abstrak yang terlepas dari materinya, seperti keharusan lari bagi kambing yang melihat anjing serigala dan rekoleksi )al-muhafidzah) yang menyimpan hal-hal abstrak yang disusun oleh estimasi.

3. roh manusia yang memiliki daya praktis (al-‘amilah) yang berhubungan dengan badan dan materi dan teoritis (al-‘alimah atau al-nadziyah)  yang berhubungan dengan hal-hal yang abstrak. daya ini selanjutnya mempunyai bebrapa tingkatan, yaitu : akal material (al-‘aql al-hayulani) yang baru mempunyai potensialitas untuk berpikir dan belum dilatih walau sedikit, intellectus in habitu (al-‘aql bi al-malakah) yang telah mulai dilatih untuk berfikir tentang hal-hal yang abstrak, akal aktual (al-aql bi al-fi;li) yang telah mulai dilatih untuk berfikir hal-hal yang bastrak, acquired intellect (al-aql al-mmustafad) yang telah sanggup berpikir tentang hal-hal absrak dengan tak perlu lagi pada daya upaya. akal dala tingkatan ini telah dilatih begitu rupa, sehingga hal-hal yang abstarak itu selamanya terdapat didalamnya. akal dalam tingkat inilah yang telah dapat menerima limpahan ilmu pengaetahuan dari akal aktif (al-aql al-fa’aal) yang diluar diri manusia. para filosof dianggap telah memiliki akal serupa ini, sehingga ia dinilai dapat berhubungan dengan akal kesepuluh yang tersebut dalam filsafat emanasi.

Daftar Pustaka
Drs. Abuddin Nata, M.A, Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tsawwuf (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1998 hlm,131-132)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: