Beranda > Makalah > AGAMA NASRANI ( Asal-Usul Agama Nasrani, Sistem Kepercayaan, Sumber-sumber pokok, Pandangan Islam )

AGAMA NASRANI ( Asal-Usul Agama Nasrani, Sistem Kepercayaan, Sumber-sumber pokok, Pandangan Islam )

AGAMA NASRANI

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah

Perbandingan Agama

Disusun oleh:

M. Nur Wahid Zamroni,

M. Syamsul Huda, M. Romdloni,

 M. Muhsin, Muharom,

 Muttaqin, M. Fatah,

 M. Al-Ghonit,

Dosen pengampu:

Bpk Mursyidi

 

Jurusan Tarbiyah Pendidikan Agama Islam

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PONOROGO 2009

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

            Sejarah bagaikan roda yang terus berputar, berjalan dan melaju di atas peradaban manusia, yang dimulai dengan kelahiran, perkembangan, pertumbuhan, kehancuran atau malah akan semakin maju, sebagimana agama Nasrani. Melihat aspek historis nenek moyang Agama Nasrani yang biasa dikenal dengan sebutan agama Kristen adalah agama yang diwahyukan serangkaian dengan agama Yahudi dan berkaitan dengan agama Islam yakni dari Nabi Ibrahim (Abraham). Dalam sejarahnya yang telah berusia lebih dari 2000 tahun itu, agama Kristen telah tumbuh dalam berbagai bentuk yang mengagumkan.[1]

Berangkat dari sini makalah ini akan membahas  sedikit tentang asal usul agama nasrani/ katolik, sistem kepercayaan, sumber-sumber pokok agama, dan pandangan Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Asal-Usul Agama Nasrani

 

Sesuai dengan petunjuk sejarah, Yesus Kristus adalah pembawa agama Kristen. Ia berasal dari Nazaret, lahir kurang lebih pada tahun ke-4 sebelum M, tetapi sebagian ada yang berpendapat antara tahun 7-5 M. Ketika berumur 27 tahun, ia mulai mengajar di Galilea dan kemudian meluas dikalangan penduduk Palestina. Ia dipercayai membawa kabar gembira tentang penebusan dosa disamping banyak memperlihatkan banyak mu’jizat. Untuk kelanjutan ajaran yanhg dibawanya ia mengangkat 12 orang rasul. Satu tahun sebelum ia meninggal dunia di kayu Salib pada 7 April 30 M., ketika berusia kurang lebih 30-31 tahun, Yesus telah membentuk gereja di Yerussalem, yaitu ketika ia menunjuk Petrus, salah seorang muridnya yang 12, sebagai kepala gereja.

Pada awal mulanya jemaat Kristen terdiri dari orang-orang Yahudi. Merekalah yang disebut dengan jemaat purba atau jemaat Yerussalem, atau ada pula yang menyebut mereka dengan jemaat Nazaret. Agama Kristen pada mulanya adalah untuk bangsa Yahudi, suatu agama nasional bangsa Yahudi. Akan tetapi ketika Petrus bekerja di Yerussalem, sudah terdapat petunjuk bahwa ia membaptis seorang warga Roma, bernama Kornelius, bersam keluarganya di Kaesaria, dekat Yerussalem. Berarti agama Kristen berubah dari agama nasional bangsa Yahudi menjadi agama yang internasional.

Selain Petrus, Paulus adalah seorang rasul yang mempunyai peranan besar dalam penyiaran agama Kristen. Ia berasal dari Tarsus di Sisilia, tapi juga orang Yahudi sebagimana halnya Petrus. Dalam sejarah hidupnya disebutkan bahwa ia menyiarkan agama Kristen karena mendapat wahyu dari Tuhan, sekalipun ia bukan murid Yesus dan belum pernah berjumpa dengan Yesus. Paulus bekerja sampai ke Yunani dan Eropa. Ia bekerja dikota-kota provinsi dan membentuk jemaat gereja. Ajaran Paulus yang di anggap baru ialah anggapan bahwa Yesus adalah Kristus atau Tuhan. Paulus meninggal dunia dalam tahun yang sama dengan Petrus, yaitu 67 M., kedua-duanya di Roma.[2] Setelah penganut Nasrani di Roma semakin pesat, maka setiap kelompok orang nasrani mengangkat seorang pendeta menjadi pemimpin, yang tugasnya memimpin upacara keagamaan, berkhutbah, dll. Kemudian para pendeta tersebut dipimpin oleh bishop, mereka menganggap sebagai wakil petrus, dan lambat laun mereka menamakan dirinya Paus yang berarti bapak.[3]

B.     Sistem Kepercayaan

Ajaran Ketuhanan dalam agama Kristen, termasuk gereja Roma Katolik adalah sebagaimana tercantum dalam kredo iman rasuli yaitu Tritunggal yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus. Ketiga-tiganya adalah pribadi Allah dan pribadi tersebut adalah Allah. Semuanya Mahakudus, Mahasempurna, Mahatahu, Mahakuasa dan kekal. Secara ringkas, sistem kepercayaan umat Kristen yaitu:

1.      Allah bapa

Allah bapa adalah pencipta langit dan bumi serta segala yang terdapat didalamnya. Allah adalah Mahakasih terhadap segala ciptaan-Nya terutama kepada manusia. Oleh karena itu Ia selalu menampakan Diri-Nya kepada manusia, sebagaimana pernah dilakukanya kepada Nabi Musa (kel.3:1-16). Tujuan Allah menampakan Diri dan bersabda melalui para Nabi itu adalah untuk menunjukan kepada manusia siapa Dia dan apa yang dilakukan-Nya. 

2.      Yesus Kretus sebagai Penebus

Dalam kredo disebutkan : “ Dan akan Yesus Kretus putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita”. Umat Kristiani pada umumnya yakin bahwa Yesus adalah Tuhan. Ia  adalah Putra Allah yang di utus kedunia menjadi seorang penebus, yang akan menebus dosa asal manusia serta segala akibatnya. Penebus tersebut adalah Yesus Krestus. Menurut perjanjian Lama, sang penebus ini akan diurapi sehingga digelari dengan Messiah, al-Masih/ Kristus.

3.      Roh Kudus

Roh kudus keluar dari Allah bapa dan Allah putra. Roh kudus diutus oleh Yesus Kritus, dari bapa kepada manusia, karena Yesus tidak menghendaki manusia itu sendirian. Roh kudus turun kedunia yaitu kepada para rasul dan murid-murid Yesus dan selanjutnya pada gereja dihari pantekosta, hari ke-50 sesudah Paskah atau hari ke-10 sesudah kenaikan Yesus ke surga. Dapat dikatakan bahwa yang bekerja di dunia sekarang ini adalah roh Kudus.

 4.      Malaikat

Menurut ajaran Roma Katolik, malaikat adalah makhluk Allah yang berwujud roh,  mempunyai akal dan kehendak bebas. Kitab suci menceritakan beberapa nama malaikat seperti Gabiel, Mikail, Rofail, Kerubin dan Serafin.pemimpin para malaikat adalah Santo Mikail yang selalu melawan roh jahat (syetan). Bagi setiap orang ada malaikat yang melindungi dan menjaganya dari segala godaan setan dan membimbing serta mendorongnya menuju segala kebaikan.  

5.      Maria Bunda Tuhan

Kedudukan Maria dalam keyakinan gereja Roma Katolik, adalah jauh diatas para malaikat dan manusia, kerena sebagimana ditetapkan oleh gereja roma katolik pada 8 Desember 1854, ia luput dari dosa perorangan. Dalam kehidupanya pun ia tetap suci dan tetap perawan. Kemudian ia menerima kabar gembira yaitu mengandungkan Yesus Sang Penebus dan ketika mengandung maria memberii pengertian bahwa keinginan untuk berhubungan kelamin merupakan inti dosa, sehingga sesudah Yesus lahir ia tidak pernah mempunyai anak lagi.

6.      Alam semesta

Gereja Roma Katolik juga mengajarkan bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Allah. Allah menciptaan dunia dengan tujuan utnuk memberikan segala kebaika-Nya yang tak terhingga. Jadi jagad raya ini mencerminkan kemulyaan-Nya, dan karenanya segala ciptaan-Nya menerima kebaikan-Nya.

7.      Manusia

Tubuh dan jiwa manusia diciptakan oleh Tuhan. Dengan jiwa itu manusia memperoleh kehidupan. Jiwa manusia itu berakal, dapat mengetahui, berkehendak dan dapat memilih dengan bebas seperti malaikat. Roh manusia menyerupai Tuhan. Itu berarti Tuhan mengasihi manusia agar ia kelak hidup kekal, dan Tuhan memberii bahagiaan kehidupan Tuhan yang disebut kehidupan berahmat. Inilah yang disebut “ anugrah”. Karena kehidupan berahmat itu pulalah maka manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa, menjadi anak Allah dan serupa dengan Allah, akan tetapi dalam masa percobaan Adam dan Hawa melanggar larangan yaitu makan buah pengetahuan.

 8. Dosa asal

Pelanggaran yang dilakukan oleh adam berakibat lebih lanjut kepada keturunanya, yaitu beban yang disebut dosa asal. Karena dosa Adam maka manusia tidak lagi memperoleh kehidupan yang berahmat. Manusia akan terkena mati, suatu hal yang seharusnya tidak akan terjadi jika Adam tidak melanggar larangan. Manusia telah menentang Tuhan , dan ingin menyamai Tuhan. Akibatnya manusia memiliki kecenderungan berbuat jahat dan suka kesenangan duniawi dsb.[4]

C.    Sumber-sumber pokok

1.      kitab suci

Sebagaimana agama lain, agama Kristen mengakui bahwa merekapun memiliki kitab suci yang mereka yakini sebagi sumber dan pandangan hidup. Kitab suci agama Kristen adalah “Kitab Injil” atau “Bibel” dan  juga bisa dinamakan “Alkitab” yang terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru.

  1. Perjanjian Lama, menurut gereja katolik, jumlah kitab suci yang terhimpun adalah 49 buah, selisih lebih banyak dari yang diakui protestan, kesepuluh kitab yang tidak diakui disebut “Deuterokanomika” yaitu kitab-kitab dongeng atau jiplakan yang tidak termasuk kanon Yahudi.
  2.  Perjanjian Baru, istilah ini mempunyai arti, “tata cara keselamatan yang diadakan Allah dalam diri Yesus”. Isi perjanjian baru mencakup 27 kitab, yang terdiri dari 4 injil, yaitu Markus (60 M), Matius (70 M), Lukas (75 M), dan Yahya (100 M). Dari keempat ini dikarang oleh manusia, namun menurut kepercayaan kristiani penulisnya mendapat bimbingan dari Roh Kudus yang diinspiratori oleh Allah.
  3. Tradisi

Tradisi yang ada dalam gereja dipandang sebagai sumber kebenaran, yang disamakan dengan kitab suci. Kekuasaan gereja terbagi menjadi dua macam, yaitu pertama, Traditio Dekratative yang artinya gereja merupakan satu-satunya badan yang dapat menerangkan isi kitab tanpa berbuat salah. KeduaTraditio konstituve,yaitu gereja mempunyai tradisi yang melengkapi isi kitab Suci.

3.      Pengakuan Iman Rosuli

Pengakuan ini merupakan ringkasan yang dihasilkan dari kesepakatan-kesepakatan antar jemaat mengenai keyakinan iman (rumusan-rumusan hasil “konsili”), lazimnya dipakai dan diucapkan oleh siapa saja yang menerima pembaptisan. Termasuk juga Kalekismus yaitu sebuah buku yang disusun dalam bentuk tanya jawab tentang keimanan.[5]

D.    Pandangan Islam

 

Sebagaimana agama Yahudi, agama Kristen juga telah diselewengkan oleh para penganutnya. Penyelewengan yang paling besar ialah iktikad mereka terhadap konsep Trinity, ialah konsep tiga Tuhan dalam satu (bersama) yaitu God The Father, Jesus The Son, and The Holy Spirit (Ruhul Qudus). Iktikad mereka ini ditolak oleh Allah melalui firman-Nya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam”, padahal al-Masih sendiri berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari tiga“, padahal sekali-kali tadak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
Selain itu, para penganut agama Nasrani (Kristen) juga tidak lepas daripada membuat berbagai pertukaran di dalam kitab Injil yang diturunkan kepada mereka. Pertukaran ini masih dilakukan sehingga kini, bukan hanya di negara-negara Barat tetapi juga di Indonesia. Bahkan di atas segala ini, mereka masih mencipta berbagai doktrin baru yang bertentangan dengan kitab Injil yang telah mereka tukar tersebut.
Maka, atas penyimpangan-penyimpangan ini, agama Nasrani tidak dianggap sebagai agama yang benar di sisi Islam.[6]

 

BAB III

PENUTUP

 

            Agama nasrani/ katolik merupakan salah satu gerakan yang terdapat dalam agama Kristen atau Nasrani yang dibawa oleh Yesus, dan disebar luaskan oleh Paulus. Ia adalah seorang yahudi yang dahulunya pernah menganiaya orang Kristen, namun ia sadar dan merasa dimarahi yesus. Kemudian untuk membalas dosa-dosanya ia berusah menyebarkan agama Kristen keluar Nazaret.

Nama katolik sendiri dipergunakan untuk menyebut agama Kristen yang berpusat di Vatikan, Roma. Ketika dikaitkan dengan pembawa pertamanya, seolah-olah ajaran Katolik sudah terputus, karena Paulus tidak bertemu langsung dengan Yesus. Meskipun demikian, menurut kepercayaan mereka Paulus dalam membuat rumusan ajaran Kristen baik dalam teologi ataupun etika mendapat bimbingan langsung dari Allah dan Paulus adalah orang suci yang tidak mungkin salah.

Agama katolik mempunyai kepercayaan Monoteis yang konsepnya berbeda dengan agama monoteis lainnya. Yaitu konsep Trinitas, Tuhan memang Esa tetapi dia bisa menjadi Esa jika “Dia Bertiga”, dan tidak ada Tuhan yang Esa, kecuali di dalam dan melalui Trinitas.

 

 

REFERENSI

 

http://books.google.co.id/books?id=gFJ2jqndruQC&pg=PA24&lpg=PA24&dq=agama+nasrani

Djam’annuri, Agama Kita: Perspektif Sejarah Agama-agama (sebuah pengantar), Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2002.

El Marzdedeq, A.D., Parasit Aqidah, Bandung: Syaamil Cipta Media, 2005

http://one.indoskripsi.com/node/7326


[2] Djam’annuri, Agama Kita: Perspektif Sejarah Agama-agama( sebuah pengantar), (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2002), 81.

[3]A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah, (Bandung: Syaamil Cipta Media, 2005), 289

[4] Ibid; 81-90.

  1. dianta
    November 17, 2012 pukul 11:06 pm | #1

    kurang pahamm, saya….?

    _Mu5l!m_

  2. eka
    Februari 27, 2013 pukul 2:36 am | #2

    Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

  3. ai feehily
    Maret 29, 2013 pukul 7:23 pm | #3

    menurutku itu adalah hal yang bisa dikatakan sebagai perbedaan, namun kita harus melihat sisi positif dan negatif dari hubungan umat beragama

  4. November 7, 2011 pukul 7:00 am | #4

    bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

  5. November 26, 2013 pukul 6:49 pm | #5

    (Y)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: