Beranda > campuran > BOOK REVIEW Mengantar kepergian MAK: Korban nir- Kesungguhan atau Pikiran Sektoral?

BOOK REVIEW Mengantar kepergian MAK: Korban nir- Kesungguhan atau Pikiran Sektoral?

BOOK REVIEW

Oleh :
M. Romdoni

Dosen Pengampu:
Miftahul Ulum M Ag.

Jurusan Tarbiyah Pendidikan Agama Islam
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( S T A I N ) PONOROGO
2009

Isi Buku

Mengantar kepergian MAK: Korban nir-
Kesungguhan atau Pikiran Sektoral?

Membangun Madrasah Unggulan,
Mungkinkah?

Reposisi Madrasah dalam Konteks Pasar Global:
(Antara Fakta dan Cita)

Pengembangan Ilmu dan Teknologi pada Madrasah
di Indonesia

Mengantar kepergian MAK
Korban nir-Kesungguhan atau
Pikiran Sektoral ?

MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) merupakan lembaga pendidikan yang didirikan dan dikelola oleh Departemen Agama, yang dulu pada awalnya disebut MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus). Lembaga ini muncul sejak digulirkannya SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri pada tahun 1975, yang mana oleh Departemen Agama diharapkan akan menjadi tempat mencetak kader-kader ulama. Dalam perjalanannya MAPK mampu menghasilkan prestasi yang cukup memuaskan, maksudnya mampu memberikan solusi terhadap pendidikan pada saat itu. Namun setelah MAPK berubah nama menjadi MAK, prestasinya pun semakin menurun dan kepercayaan masyarakat juga semakin melemah, karena kualitas lulusan MAK semakin dipertanyakan. Kemrosotan prestasi ini kemungkinan atas dasar minimnya pendanaan, sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemerintah.
Setelah sekitar 20 tahun MAK eksis sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia, yang mana sudah banyak mencetak generasi penerus perjuangan agama Islam, tetapi sekarang nasibnya malah sudah masuk dalam tahap pembubaran. Apa sebenarnya latar belakang akan di bubarkannya MAK ? Apakah ini Korban nir-Kesungguhan ataukah Pikiran Sektoral ?

Membangun Madrasah
Unggulan, Mungkinkah ?

Dewasa ini, pendidikan madrasah sudah memiliki status dan kedudukan yang sama dengan pendidikan umum; MI setingkat SD, Tsanawiyah setingkat SMP dan MA setingkat SMA. Ijazahnya pun juga diakui oleh pemerintah setara dengan pendidikan umum. Kemudian dalam praktik pembelajarannya, madrasah juga mempunyai perbedaan di bandingkan dengan pendidikan umum, yaitu bercirikan ”keislaman”. Namun dalam perkembangannya selama ini, madrasah masih terlihat keterbatasan dalam segi materielnya.
Akan tetapi, dengan mencermati tentang Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, bahwa pemerintah telah memberikan wewenang kepada masing-masing lembaga untuk mengembangkan kurikulum di madrasahnya sesuai dengan porsi yang diinginkannya. Jadi untuk membangun madrasah unggulan bukan sesuatu yang mustahil, perlu modal besar atau pengelola yang bergaji tinggi. Syarat utama yang diperlukan yaitu kesediaan pengelola dan guru mencari sebuah alternatif pembelajaran, mengembangkan daya kreatif secara bertanggungjawab dan bukan asal-asalan atau asal beda.

Reposisi Madrasah dalam
Konteks Pasar Global
(Antara Fakta dan Cita)

Dewasa ini negara Indonesia megalami krisis multi-dimensi yang sangat parah, rumit dan berkepanjangan sangat sulit dideteksi mana sebab dan mana akibat, sehingga sangat sulit juga harus dari mana memulai memecahkannya.
Begitu juga dalam bidang pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan Islam. Kemudian dalam konteks pasar global ini, pendidikan Islam mengadakan perbaikan atau revitalisasi, khususnya pada madrasah yang mana menawarkan konsep bagaimana posisi dan peran madrasah yang ideal di era globalisasi seperti ini, agar tetap mampu bertahan dalam perkembangannya. Revitalisasi tersebut menawarkan melalui 2 solusi pendekatan, yang meliputi:
a. ”Makro” (Sistem Pendidikan Islam di Indonesia)
Dalam hal ini berbagai solusi ditawarkan kepada para penyelenggara pendidikan Islam yang sudah “lupa” bahwa ajaran Islam itu sempurna dan mempunyai jati diri pendidikan yang sederhana dan gampang diterapkan. Dan juga posisi dan peran Pendidikan Islam pun juga sudah “terjebak” dan ”ikut larut” dalam kemelut Sistem Pendidikan Nasional.
b. “Mikro” (Madrasah)
Pendidikan Islam Indonesia harus berkembang sesuai dengan jati dirinya yakni adanya visi, misi, tujuan dan orientasi serta sesuai dengan metodologi atau jalannya.

Pengembangan Ilmu dan
Teknologi pada Madrasah di Indonesia

Dalam perkembangan madrasah-madrasah di Indonesia hingga saat ini, pencapaian tujuan pendidikan Islam umumnya sudah baik. Akan tetapi, untuk menyempurnakan dari kelima tujuan pendidikan Islam, terkait iman, taqwa, akhlak, ilmu dan teknologi, serta amal, hanya satu yang perlu diperbaiki lagi yaitu tentang ilmu dan teknologi. Dikarenakan dalam tuntutan zaman modern seperti sekarang, kita harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Penguasaan ilmu dan teknologi ini akan sangat brmanfaat jika dapat dikembangkan dengan maksimal baik bagi anak didik sendiri ataupun bangsa Indonesia ke depannya.
– Sistematika
Buku ”Revitalisasi Madrasah” ini secara jelas tentang membahas tentang perkembangan madrasah dari awal didirikannya sampai saat ini, dan khususnya perbaikan-perbaikan yang terjadi didalamnya, dan juga memberikan berbagai solusi permasalahan yang terjadi dewasa ini.

– Kritik
Buku ini sangat menarik untuk dibaca, khususnya bagi para cendikiawan-cendikiawan Islam, karena memberikan pencerahan kepada masa depan madrasah. Dari buku ini yang kurang menurut saya, kenapa dalam penulisan ayat-ayat al-Quran cuma ditulis dalam lafal Indonesia, dan juga beberapa kutipan mengambil dari orang-orang yang bukan Islam, apa tidak ada dari orang Islam sendiri?

– Resensi
Nama buku : Revitalisasi Madrasah
Pengarang : Choirul Fuad Yusuf dkk.
Penerbit : Puslitbang Pendidikan dan Keagamaan
Badan Litbang dan Diklat
Departemen Agama RI
Kota Penerbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2006
Jumlah Halaman : 137
Cetakan : 1

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: