Beranda > Makalah > MAKALAH KONSELING : menyelesiakan masalah konseli

MAKALAH KONSELING : menyelesiakan masalah konseli

Makalah Ini Di Susun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

“bimbingan dan penyuluhan”

PENYUSUN:

M. Syamsul Huda: 243062098

DOSEN PENGAMPU :

Drs. Mukhlas, M. Pd

Kelas/semester: TB. D/V

Program Studi Pendidikan Agama Islam

Jurusan Tarbiyah

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN )PONOROGO

2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Konseling sering juga disebut juga dengan penyuluhan. Konseling merupakan suatu proses. Konseling bukanlah suatu kejadian tunggal melainkan melibatkan tindakan-tindakan beruntun dan berlangsung maju berkelanjutan kearah suatu tujuan.

Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa konseling adalah proses dengan berorientasi pada suatu tujuan dan dilakukan antar individu ke individu yang lain atau dari teman keteman atau bahkan melibatkan lebih dari satu orang.

Ada banyak kesempatan dimana konseling ditawarkan dalam konteks hubungan yang pada dasarnya terfokus pada masalah  konseling. Misalnya seorang murid mungkin saja menggunakan guru sebagai seorang yang dianggap untuk berbagi kecemasan dan kekhawatiran. Hal ini wajar karena murid merasa guru adalah sebagai tempat yang nyaman, aman, ketika ingin berbagi tentang  masalah atau ketakutan yang telah dialaminya, dan dari sinilah terjadi proses konseling.

Dalam makalah ini penulis sebagai konselor yang akan memberikan konseling kepada konseli terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh konseli.

 B.     Rumusan Masalah

    1. Bagaimana konselor membangun hubungan dengan konseli?
    2. Permasalahan apa yang diambil oleh konselor terkait dengan permasalahan konseli?
    3. Bagaimana konselor mengembangkan strategi atau instrumen dan penelitian?
    4. Bagaimana terminalisasi konselor dalam menghadapi permasalahan?

BAB II

PEMBAHASAN

 Konselor membangun hubungan dengan konseli

Mencari berbagai masalah yang terjadi pada konseli

Dari hasil pengamatan pada tanggal 7 januari 2009 ditemukan ada seorang anak yang bernama Muhammad Ali Mas’ud sedang diam sendiri ketika sedang berkumpul dengan teman-temannya di rumah temannya. Kemudian dari hasil pengamatan tanggal 8 januari 2009 ditemukan teman konselor yang bernama M.Yazid ‘ilma sering mondar-mandir kesana kemari ketika sedang bersama teman-temannya. Dari hasil pengamatan pada tanggal 9 Januari 2009 ditemukan teman konselor yang bernama Jefri sedang duduk sendiri dan ditanya diam saja tidak seperti biasanya.

Permasalah yang diambil konselor terkait dengan permasalahan konseli

Pemilihan masalah pada konseli

Dari ketiga kejadian diatas konselor telah mendekati dan membangun hubungan dengan ketiganya, dan ternyata dari ketiganya memang sedang mendapat masalah.

Yang pertama terkait dengan Muhammad Ali Mas’ud (konseli) yang diam sendiri ketika berkumpul dengan temannya, dia (konseli) sedang bingung untuk mencari tempat untuk menjalankan bisnisnya yaitu sebuah Show room Motor.

Kemudian yang kedua terkait dengan M. Yazid ‘ilma(konseli) yang mondar-mandir ketika sedang bersama temannya, dia (konseli) sedang bingung untuk membeli sepeda motor yang cocok untuk pergi ketempat kerjanya.

Kemudian yang ketiga terkait dengan Jefri (konseli) yang diam sendiri ditanya diam saja tidak seperti biasanya ternyata dia (konseli) habis di putus oleh pacarnya.

Dari ketiga permasalahan-permasalah yang ada pada konseli di atas, konselor hanya mengambil satu permasalah dan satu konseli yaitu pada konseli yang bernama Jefri dengan permasalahan diputus pacar. Konseli diputuskan pacarnya karena pacar konseli mengetahui bahwa konseli sedang berpacaran dengan perempuan lain.

Pengembangan strategi atau instrumen dan penelitian oleh konselor

 Setting (tempat kejadian)

Ketika konselor hendak bermain kerumah konseli dan konselor ada kepentingan dengan kakaknya, konselor melihat bahwa konseli sedang duduk sendiri dan diam ketika disitu ada teman-temannya. Setelah melihat ada keanehan pada diri konseli, konselor lalu mendekatinya. Keanehannya, konseli biasanya selalu riang, energik, dan banyak bicara. Tetapi pada waktu itu hanya diam saja.

Dari situ konselor menemukan tempat kejadiannya dirumah konseli. Dan konselor setelah mengetahui permasalahannya ingin memberikan proses konseling terhadap konseli yang bermasalah tersebut.

Konseli (identitas diri, umur, nama, hubungan antara konseli dan konselor)

Konseli ini bernama lengkap Jefri. Konseli sekarang berumur 18 tahun. Dan sekarang masih duduk dibangku SMKK N 1 Ponorogo kelas XII. Konseli adalah anak dari pasangan Soim dan  Sumini. Hubungan dengan konselor adalah sebagai teman dekat.

    Strategi atau teknik penyelesaian masalah konseli

Setelah mengetahui dari permasalah konseli, konselor akan membantu ataupun mengurangi beban masalah pada konseli.

Konseli ini termasuk usia remaja yang mana remaja itu memiliki lebih dari satu masalah. Misalnya pengaruh minum-minuman keras, geng motor, dan masalah  remaja lainnya.

Untuk membantu konseli, konselor menggunakan teknik penyelesaian secara individual. Bentuk bimbingan individual menunjuk pada usaha-usaha yang sistematis dan berencana membantu konseli secara face to face agar konseli dapat leluasa mengungkapkan semua isi hatinya dan masalah yang dihadapinya. Atau dengan kata lain menggunakan jenis bimbingan pribadi.

Tahapan penyelesaian masalah

Tahap pertama yang dilakukan konselor adalah menyuruh konseli untuk menjelaskan tentang masalahnya, yaitu diputus pacar. Setelah mengetahui dengan jelas permasalahannya, konselor memberikan pemaparan-pemaparan tentang cara bergaul yang baik dan tidak merusak hubungan.

Tahap yang kedua yaitu konselor mamberikan bimbingan tentang bagaimana akibat dari pergaulan remaja yang begitu bebasnya. Selain itu konselor juga memberikan motivasi ataupun semangat untuk jangan pernah putus asa hanya gara-gara diputus pacar, mungkin kalau masih berpacaran bisa-bisa terjerumus kepada hal-hal yang buruk. Lebih baik kita mencari teman sebanyak-banyaknya dan bergaul yang baik.

Tahap ketiga yaitu konselor melihat hasil dari berbagai konseling yang telah diberikan kepada konseli. Apabila masih kurang, konselor bisa menawarkan bantuan apabila timbul permasalahan baru.

Tahap terakhir yaitu penilaian dari kesemuanya.

 Terminalisasi konselor dalam menghadapi permasalahan

Kesimpulan dari hasil konselor dan konseli

Dalam proses konseling ini konselor terlebih dahulu mendekati konseli yang sedang dalam masalah. Kemudian konselor menyuruh konseli untuk mengungkapkan masalah yang ia hadapi. Setelah konselor memahami masalahnya, kemudian dilakukan proses konseling yang berada di rumah konseli. Dalam proses konselingnya bersifat pribadi dan face to face.

Konselor mamberikan bimbingan tentang bagaimana akibat dari pergaulan remaja yang begitu bebasnya. Selain itu konselor juga memberikan motivasi ataupun semangat untuk jangan pernah putus asa hanya gara-gara diputus pacar. Lebih baik kita mencari teman sebanyak-banyaknya dan bergaul yang baik.

Konselor melihat hasil dari berbagai konseling yang telah diberikan kepada konseli. Apabila masih kurang, konselor bisa menawarkan bantuan apabila timbul permasalahan baru.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: