Beranda > Makalah > AGAMA HINDHU

AGAMA HINDHU

AGAMA HINDHU

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada

mata kuliah “Perbandingan Agama”

Di susun oleh :

M. Muhsin

M.Romdloni

M. Syamsul Huda

Muharom

 

Dosen Pengampu:

H. Mursyidi

 

 

Jurusan Tarbiyah

Program Studi Pendidikan Agama Islam

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

STAIN PONOROGO

2009

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Hasil penelitian para antropolog sejak abad ke 19 membawa pada kesimpulan bahwa agama merupakan suatu fenomena yang universal yang dapat di temukan dalam setiap masyarakat manusia, kapan dan di mana saja. salah satunya Sanathana Dharma adalah nama lain untuk agama hindhu, sebuah agama yang sudah ada sebelum agama-agama lain sudah ada. Tidak ada bukti yang pasti kapan agama Hindhu “mulai ada”. Setiap agama memeiliki sejarahnya sendiri baik asal usul, kitab suci, konsep ketuhanan, dan tujuan utama hidup.

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Sejarah asal usul agama hindhu.
    2. Kitab suci dan isinya
    3. Konsep ketuhanan
    4. Kasta atau prinsip endogamis
    5. Tujuan utama hidup
    6. Yoga (sarana menuju Moksha)
    7. Pendangan Islam

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Sejarah agama Hindhu

Sejarah agama Hindhu di India dan perkembanganya dapat di ketahui dari kitab-kitab suci hindhu yang terhimpun dalam Weda Sruti, Weda Smrti, Ittihasa, Upanisat dan sebagainya. Perkembangan agama hindhu di india berlansung dalam kurun waktu yang mat panjang yaitu berabad-abad sampai sekarang, sejarah panjang itu menurut pendapat Govinda das dalam Hinduism (Madras,1924, p.25), dapat di bagi dalam tiga bagian besar:

  1. Zaman Weda kuno

Zaman ini di mulai dari datangya bangsa arya kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi ke india, dengan menempatilembah sungai sindhu, yang juga di kenel sebagai nam punjab (daerah lima aliran sungai).

Zaman weda kuno merupakan zaman penulisan wahyu suci weda yang pertama yaitu rig weda. Kehidupan beragama pada zaman ini didasarkan atas ajaran-ajaran yang tercantum dalm weda samhita, yang lebih banyak menekankan pada pembacaan perafalan ayat-ayat weda secara oral, yaitu dengan menyanyikan dan mendengarkan secara berkelompok

  1.  Zaman Brahmana

Zaman ini di tandai dengan munculnya kitab brahmana sebgai bagian dari weda sruti yang di sebut karma kanda. Kitab ini memuat himpunan do’a serta penjelasan upacara kurban dan kewajiban keagamaan. Perkembanagan agama hindhu pada zaman brahmana ini merupakan peralihan adrizaman wedaq samhita ke zaman brahmana. Kehidupan beragama zaman ini di tandai dengan pemusatan keaktifan pada batin atau rohani dalam berbgai upacara kurban.

Ciri-ciri perkembangan kehidupan beragama manusia pada zaman ini di bedakan menjadi empat asrama biasanya di sebut catur asrama sesuai dengan warna dan dharmanya, yaitu:

  1. Brahmacari yaitu masa belajar mencari ilmu pemgetahuan untuk bekal menjalani kehidupan selanjutnya.
  2. Grhadstha, yaitu tahap hidup berumah tangga dan membentuk keluarga.
  3. Wanaprastha, yaitu hidup menjadi penhuni hutan atau pertapa.
  4. Sanyasin, yaitu kewajiban hidup meninggalkan segala sesuatu yang berbau keduniawaian
  5. Zaman Upanisat

Kehidupan agama Hindhu pada zaman ini bersumber pada ajaran-ajaran kitab upanisat yang tergolong sruti dan di jelaskan secara filosofis. Konsepsi-konsepsi menyangkut keyakinan panca sradha si jadikan titiktolak pembahasan oleh para arif bijaksana dan para resi. Selain itu, konsep tentang tujuan hidup yang disebut catur purusa artha, yang terdiri dar4i dharma, artha, kama dan moksha, di formulasikan menjadi lebih jelas. Tuntutan-tuntutan keagamaan pda zaman ini di arahkan untuk meninggalkan ikatan ke duniawian dan kembali ke asal sebagai tujuan akhir mencapai moksha untuk menyatu dengan brahman.

B.     Kitab Suci

Kitab suci agama hindhu adalah Veda. Dalam kitab Veda dapat di jumpai mantra-mantra yang bersifat Rahasysjnana atau Adhyatmika.

Menurut Maharsi Sayana, kata Veda berasal dari kata Vid yang berarti “untuk mengetahui dan menuntun”. Dan Veda berarti  kitab suci yang mengandung ajaran luhur untuk menuntun manusia menuju kehidupan yang baik dan menghindarkanya dari berbagai bentuk kejahatan. Sementara itu, Bloomfield dalm bukunya The Religion of Veda  menyatakan bahwa Rig Veda bukan saja monumen tertua umat manusia, tetapi juga dokumentasi paling tua di timur. Kitab ini lebih tua dari sejarah yunani maupun israel, dan memperlihatkan peradaban yang tinggi seperti dapat di jumpai dalam mantra-mantra Veda.

C.    Konsep ketuhanan

Kitab Veda di sebut juga kitab sruti. Kata sruti bertarti wahyu atau sabda brahman (Apuru seya atau tuhan yang maha esa), yang di terima oleh para maha resi. Nirukta (seorang komentator kitab Veda) mengemukakan,  pada Adiyaya 2, Sloka 11, disebutkan bahwa para Resi adalah mereka yang melihat atau memperoleh mantra Veda. Demikian pula dala salah satu kitab wahyu yakni Taittiriya Aranyata, 2.9.1. dinyatakan yang artinya: mereka yang telah melaksanakan tapa atau meditasi yang mendalam merealisasikan arti rahasia mantra veda, ia menjadi seorang Ressi karena karunia tuhan yang maha agung. Jadi jelaslah bahwa kitab suci Veda adalah wahyu atau sabda Brahman yang di terima oleh para maha Resi.

Ajaran ketuhanan dalam agama Hindhu di sebut Brahma Widya,yang membahas tentang tuhan yang maha esa dan ciptaanya, termasuk manusia dan alam semesta. Sumber ajaran Brahma Widya ini adalah kitab suci Veda. Untuk mempermudah umat sujud bakti kepada tuhan, maka tuhan di sembah melalui sarana bakti atau sarana keagamaan, seperti membuat arca, pra tima, pura (tempat pemujaan), upakara atau (sajen) dan berbagai uapcara persembahan.

 

D.    Kasta/ prinsip endogamis

1.      Brahmana

Adalah golongan paderli atau samidalem agama Hindhu. Mereka menguasai ajaran serta adat keagamaan. Kaum Brahmana tidak memakan benda berdarah, Kasta ini terdiri daripara pendeta dan rohaniawan

2.      Keshatriya

Diambil dari bahasa sang skerta secara harfiah, ini adalah anggota kasta ke dua dalam sistem catur warna agamahindhu, tetapi zaman sekarang arti ini adalah seorang pendekar pula atau seorang bangsawan secar umum.Para anggota lembaga pemerintahan

3. Waisya

      Para pedagang petani, tukang dan sebagainya

4.      Sudra

Sudra adalah sebuah kasta atau warna dalam agama hindhu di India, kasta ini merupakan kasta yang paling rendah.Golongan pekerja kasar, rakyat jelata

5.  Pariya

Golongan orang-orang yang terbuang yang di anggap hina

6. Candala

Perkawinan antar warna

 

E.     Tujuan hidup (samsara, karma, moksha)

–                     samsara adalah kata lain dari yajna, yang  merupakan salah satu bagian aspek terakhir dalam unsur-unsur keimanan (sraddha). Secarapopuler istilah ini disebutrituil atau ritual. Yang juga diartikan dalam bahasa sehari-hari sebagai upacara keagamaan.

–                     

F.     Yoga (Sarana menuju Moksha)

 G.    Pandangan Islam

 

 

 

 


 

 

BAB III

PENUTUP

 

REFERENSI

http://id.widipedia.ord/wiki/kasta

 

Kategori:Makalah Tag:
  1. Mei 10, 2013 pukul 1:26 am

    whoah this blog is magnificent i really like studying your posts.

    Stay up the great work! You know, lots of individuals are searching around for this information,
    you could aid them greatly.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: